Ringkasan Berita
- Ning Shofiya Al Barra menjadi motivator dalam Bimtek KRISAN dengan mengajak keluarga menjadi benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.
- Kegiatan yang diselenggarakan DPPKBPP bersama TP PKK Kabupaten Mojokerto berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Mojokerto pada Kamis (16/07/2026), dan diikuti peserta untuk memperkuat pemahaman tentang pola asuh di era digital.
- Pencegahan narkoba dilakukan melalui penguatan pola asuh, komunikasi keluarga yang terbuka, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Mabes Media | Mojokerto – Upaya membangun keluarga yang tangguh sebagai benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba kembali diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital yang mengusung tema “Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN)”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Mojokerto tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Mojokerto, Kamis (16/07/2026).
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Ning Shofiya Al Barra, yang mengangkat tema “Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).” Kehadirannya tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga menjadi motivator yang mengajak seluruh peserta untuk membangun keluarga yang harmonis, peduli, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.
Dalam pemaparannya, Ning Shofiya menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak. Menurutnya, pengawasan yang penuh kasih sayang, komunikasi yang terbuka, serta keteladanan orang tua menjadi fondasi utama agar anak tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba maupun berbagai pengaruh negatif lainnya.
“Pencegahan narkoba tidak dimulai ketika seseorang sudah menjadi korban, tetapi dimulai dari rumah. Ketika orang tua hadir sebagai pendengar, pembimbing, dan teladan bagi anak-anaknya, maka keluarga telah menjadi benteng terkuat dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” ungkap Ning Shofiya.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Anak dan remaja kini memiliki akses informasi yang sangat luas, sehingga pendampingan keluarga harus semakin adaptif tanpa menghilangkan nilai-nilai kasih sayang dan kedekatan emosional.
“Membangun keluarga bahagia berarti membangun ruang yang aman bagi anak untuk bercerita, bertanya, bahkan mengungkapkan kesulitannya. Kedekatan emosional itulah yang menjadi kekuatan utama dalam mencegah mereka mencari pelarian pada lingkungan yang salah maupun penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, peserta juga diajak memahami bahwa Program P4GN bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum atau pemerintah, melainkan merupakan gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan dapat tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Bimtek KRISAN menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan setiap keluarga mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari ancaman narkoba. (dbs/red)
