(Mabes Media, Pacitan) Dimana ada penjara di sana pasti ada para pelaku kejahatan, biasanya para napi ini menjalani proses hukum terlebih dahulu, barulah kemudian divonis masuk penjara selama bertahun-tahun dengan harapan bisa memberikan mereka efek yang jera. Kejahatan yang dilakukan pun bermacam-macam, mulai dari pembunuhan, pencurian, hingga korupsi.
Akan tetapi tidak semua para pelaku Kejahatan itu adalah orang jahat, ada beberapa faktor yang membuat mereka harus menjalani hukuman di dalam penjara, entah itu faktor ekonomi, lingkungan, atau pembelaan terhadap diri.
Di Polres Pacitan contohnya, tahanan tidak hanya diperlakukan sesuai dengan SOP semisal Pembinaan dan pemberian petunjuk tata tertib yang berkaitan dengan tahanan, yang meliputi pemeriksaan fasilitas ruang tahanan, jumlah dan kondisi tahanan beserta administrasinya
Namun tahanan di Polres Pacitan serasa seperti berada diruang perenungan dan perubahan diri menjadi lebih baik lagi.
Betapa tidak selama bulan Ramadan ini Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, SH, S.IK, MH seminggu 2 kali menyempatkan berbuka bersama para tahanan dengan menu seadanya
Sebelum berbuka bersama Kapolres yang pandai menciptakan lagu tersebut mengajak para tahanan untuk sholat magrib berjamaah baru kemudian menyantap menu berbuka bersama sambil ngobrol gayeng seolah tanpa jarak
“hal ini kami lakukan agar mengembalikan fungsi ruang tahanan sebagai ruang penyadaran dan perenungan diri” tegas Wiwit, Selasa (26/04)
Dalam pantauan mabes media Kapolres Wiwit juga mengajarkan mengaji kepada para tahanan yang diterapkan saat sholat lima waktu
Tidak berhenti sampai disitu, Perwira yang suka berinovasi tersebut menutup rangkaian buka bersama tahanan dengan sholat teraweh berjamaah
“Alhamdulillah tuntas sudah, insyaallah kami telah memberikan yang terbaik kepada tahanan kami semoga menjadi jalan kebaikan dan pertaubatan untuk mereka” tutupnya (**badrut)
