Mojokerto — Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Mojokerto kini dikenal bukan hanya karena pelayanannya yang profesional, tetapi juga karena pendekatannya yang unik dan penuh nilai. Di balik perubahan wajah rumah sakit ini, terdapat sosok visioner: dr. Ahmad Lathifi, sang Direktur yang mengusung semangat pembaruan melalui nilai-nilai syariah dan kepercayaan masyarakat, (15/6/25).
Dalam sebuah podcast yang diunggah di kanal YouTube, dr. Lathifi memaparkan filosofi manajemen rumah sakit yang ia pegang. “Kami tidak mengejar menjadi yang terbaik atau terbesar, tetapi menjadi rumah sakit yang terpercaya,” ujarnya.
Prinsip ini menjadi landasan RSI Sakinah dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya bermutu secara medis, tetapi juga bermartabat secara spiritual.

Salah satu langkah strategis dr. Lathifi adalah menerapkan sistem pelayanan berbasis syariah. Hal ini mencakup pemisahan ruang rawat, pendekatan komunikasi yang lembut dan beretika, serta pengelolaan rumah sakit yang mengikuti prinsip-prinsip Islami. “Pelayanan kami ingin membangun rasa aman dan nyaman, terutama bagi pasien Muslim,” ungkapnya.
Meskipun RSI Sakinah bukan rumah sakit dengan kapasitas terbesar, justru skala kecil itu dijadikan kekuatan. dr. Lathifi memilih untuk menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas. Ia lebih mengutamakan pelatihan SDM, penggunaan teknologi yang tepat guna, dan penguatan sistem kendali mutu secara internal.
Ke depan, RSI Sakinah tidak berambisi melakukan ekspansi masif. Sebaliknya, dr. Lathifi berfokus memperkuat pelayanan primer dan memperluas peran rumah sakit sebagai pusat edukasi kesehatan masyarakat. RSI Sakinah juga menjalin kolaborasi dengan lembaga keagamaan untuk penyuluhan kesehatan dan peningkatan literasi medis berbasis nilai-nilai Islam.
Dengan pendekatan yang holistik dan etis ini, dr. Ahmad Lathifi telah menegaskan bahwa rumah sakit yang ideal bukan semata-mata tentang besar dan modern, tetapi tentang keberpihakan pada nilai, akhlak, dan keberlanjutan.*dbs/alpin






