Efek Demo Mahaiswa dan panggilan Kejari, Awards Prof Akh. Muzakki resmi dicabut

SURABAYA – Indonesia Award Magazine mencabut penghargaan “Inspiring Professional & Leadership Award 2025” kategori “Indonesia Most Inspiring and Visionary Leader 2025” yang sebelumnya diberikan kepada Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Akh. Muzakki.

Penghargaan yang diserahkan pada 19 Juli 2025 di Hotel Empire Palace Surabaya itu dicabut setelah majelis kelayakan mempertimbangkan perkembangan informasi terkait dugaan pungutan dalam proses sertifikasi dosen serta dugaan suap atau gratifikasi di lingkungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.

Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut. Prof. Muzakki, yang juga menjabat Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, disebut telah dimintai keterangan. Proses hukum masih berjalan dan seluruh pihak tetap berhak atas asas praduga tak bersalah.

Ketua Pansel Kelayakan Indonesia Award Magazine, Ketut Abid Halimi, mengatakan pencabutan penghargaan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk menjaga integritas dan kredibilitas lembaga.

“Keputusan ini bukan vonis dan tidak menyimpulkan adanya kesalahan hukum. Pansel hanya menilai kelayakan penghargaan berdasarkan perkembangan informasi, persepsi publik, serta prinsip integritas dan keteladanan yang menjadi dasar pemberian award,” ujar Abid Halimi

Menurutnya, penghargaan profesional tidak hanya mempertimbangkan prestasi, tetapi juga kepercayaan publik terhadap penerimanya.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, selama terdapat persoalan serius yang sedang ditelusuri aparat penegak hukum, pencabutan penghargaan merupakan bentuk tanggung jawab kelembagaan,” katanya.

Indonesia Award Magazine menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan evaluasi administratif dan etis, bukan putusan hukum terhadap Prof. Muzakki. Lembaga itu menyatakan akan terus memperkuat proses penilaian agar setiap penghargaan diberikan secara objektif, transparan, dan berintegritas. (*dbs)