Menghadapi intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam serta menjaga keselamatan dalam aktivitas sehari-hari.
Kapolres menegaskan, imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi dini agar masyarakat dapat meminimalkan risiko kecelakaan maupun kerugian akibat kondisi alam yang tidak menentu.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama dalam berkendara, melaut, dan beraktivitas di area rawan bencana. Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba, jadi penting untuk selalu berhati-hati,” ujar Kapolres Kutim di Sangatta, Jumat (24/10/2025).
Kapolres meminta pengguna jalan agar memperhatikan keselamatan saat berkendara di tengah hujan lebat dan jalan licin dan berlubang. Ia menekankan pentingnya menjaga jarak aman, menyalakan lampu utama, serta tidak memaksakan kecepatan tinggi saat visibilitas menurun.
“Apabila terjadi pohon tumbang atau tanah longsor yang mengganggu jalan, segera laporkan ke Polsek terdekat atau call center 110 Polres Kutim dan Lapor Pak Kapolres Kutim, pastikan kondisi kendaraan layak pakai, terutama rem, ban, dan lampu penerangan,” katanya.
Selain pengguna jalan, Kapolres juga mengingatkan para nelayan dan masyarakat pesisir agar berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang.
Dirinya mengingatkan nelayan untuk selalu perhatikan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berangkat. Sebab, saat cuaca tidak menentu keselamatan jiwa menjadi taruhannya.
“Kami mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut. Jika kondisi tidak memungkinkan, lebih baik menunda aktivitas melaut demi keselamatan,” kata Kapolres.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan aparat desa di wilayah pesisir untuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada nelayan.
AKBP Fauzan turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi gangguan listrik akibat hujan deras disertai petir. Ia menekankan agar warga tidak berteduh di bawah pohon besar atau dekat tiang listrik saat hujan deras.
“Jika terjadi hujan disertai kilat dan petir, segera matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan dan hindari kontak langsung dengan sumber listrik,” imbaunya.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak warga yang tinggal di daerah bantaran sungai dan perbukitan maupun tebing curam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
Orang nomor satu di Kepolisian Resor Kutim ini mengingatkan masyarakat untuk sigap dan siap dengan menyimpan barang berharga dan dokumen penting di tempat aman dan mudah dijangkau.
“Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila debit air meningkat,” himbaunya.
Polres Kutai Timur bersama TNI dan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi serta siaga bantuan darurat bagi warga yang terdampak.
“Segera laporkan ke aparat setempat jika melihat tanda-tanda longsor atau debit air sungai meningkat. Jangan menunggu hingga situasi membahayakan,” tegasnya.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami harap semua pihak bisa saling membantu dan tetap siaga menghadapi situasi cuaca ekstrem ini,” jelas Kapolres.






