Mabes Media | Pekanbaru – Penggawa Melayu Riau (PMR) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu melalui kegiatan bertajuk “Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara” yang akan digelar bertepatan dengan Malam 1 Muharram 1448 Hijriyah pada Selasa (16/06/2026) mulai pukul 19.30 WIB (ba’da Isya) di Jalan Sultan Syarif Qasim, Pekanbaru – Riau, tepat di depan Masjid Agung An-Nur.
Kegiatan yang dipusatkan di Kota Pekanbaru tersebut akan menghadirkan tradisi Makan Berhidang dengan melibatkan sekitar 7.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat di Provinsi Riau. Jumlah tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu perhelatan budaya Melayu terbesar yang pernah digelar di Bumi Lancang Kuning.
Sebanyak 1.400 nampan atau talam akan disiapkan panitia, di mana setiap talam akan digunakan oleh lima orang peserta. Ribuan masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, profesi, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga unsur pemerintahan akan duduk bersama dalam suasana penuh keakraban, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.
Penggawa Melayu Riau (PMR) sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang hadir sebagai wadah pemersatu berbagai elemen masyarakat dalam menjaga marwah Melayu, melestarikan adat istiadat, serta merawat nilai-nilai budaya yang menjadi warisan peradaban masyarakat Riau.
Ketua Panitia Penyelenggara, Encik Faizal, S.E., mengatakan bahwa tradisi makan berhidang yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan sarat dengan nilai-nilai persatuan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap sesama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Riau. Tradisi makan berhidang bukan sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kesetaraan, dan silaturahmi yang telah diwariskan oleh leluhur Melayu. Semua duduk bersama tanpa membedakan latar belakang, status sosial maupun golongan,” ujar Encik Faizal.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus mempererat persaudaraan dalam keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Riau.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Penggawa Melayu Riau, Afrizal, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan “Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara” merupakan ikhtiar bersama untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur budaya Melayu di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
“Kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, tetapi merupakan simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang menjadi warisan luhur masyarakat Melayu. Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang ada di Provinsi Riau merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga dan dirawat bersama,” kata Afrizal.
Menurutnya, tradisi makan berhidang mengandung filosofi mendalam tentang kebersamaan, saling menghormati, serta semangat berbagi yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Melayu.
“Melalui Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Riau yang lebih maju, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Semangat kebangkitan Nusantara harus dimulai dari daerah dengan memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” tambahnya.
Afrizal berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi momentum bersejarah yang mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan melestarikan warisan budaya bangsa.
“Budaya adalah kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa adat dan budaya Melayu tetap relevan sebagai perekat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya.
Selain menjadi momentum pelestarian budaya dan penguatan persatuan, kegiatan ini juga mendapat apresiasi di tingkat nasional. Penggawa Melayu Riau (PMR) akan menerima Global Award dari Center for Studies and Research Indonesian Figures (PUSKATT) Nusantara atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga eksistensi budaya Melayu serta membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif PMR dalam merawat nilai-nilai kebudayaan, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan ruang kebersamaan melalui kegiatan budaya yang melibatkan ribuan masyarakat lintas suku, agama, ras, dan golongan.
Penyerahan Global Award akan dilaksanakan usai seluruh rangkaian kegiatan sebagai simbol penghormatan terhadap komitmen PMR dalam menjaga warisan budaya Melayu sekaligus memperkokoh semangat persatuan dan kebangsaan.
Melalui semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram, PMR berharap kegiatan “Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara” menjadi tonggak kebangkitan nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan pelestarian budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, sekaligus memperteguh posisi Riau sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Nusantara. (dbs/red)












