Jakarta – PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) bekerja sama dengan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Kedua institusi ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman di Ballroom PT KBN, Jakarta Utara, Rabu (3/7/2019).
KBN menggandeng Mabes Polri dengan tujuan meningkatkan keamanan dan penegakan hukum di wilayah kerja PT KBN. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama PT KBN, Sattar Taba, Komisaris Utama Irjen Pol (Purn) Ngadino, dan Direktur Keuangan Daly Mulyana. Dari pihak kepolisian hadir Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Pol Martuani Sormin Siregar beserta jajarannya.
Sattar Taba menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan upaya menyelamatkan aset negara. KBN, katanya, merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang mengelola kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. KBN memiliki aset lahan dengan total luas 586,10 hektare yang tersebar di tiga lokasi strategis, Cakung, Marunda, dan Tanjung Priok.
“Tidak jarang dengan status kepemilikan lahan yang sangat luas di Ibu Kota Jakarta, banyak pihak yang mencoba untuk menguasai aset-aset yang dimiliki oleh KBN dengan berbagai cara. Menggandeng Mabes Polri merupakan salah satu cara yang KBN lakukan dalam mengamankan aset-aset tersebut. Maka dari itu, dalam rangka melindungi aset negara kami perlu bekerja sama dengan lembaga keamanan,” ungkap Sattar.
Sattar menambahkan, nota kesepahaman hari ini sebagai pedoman bagi kedua lembaga dalam bekerja sama. “Penandatanganan nota kesepahaman hari ini akan ditindaklanjuti dengan menyusun pedoman kerja dan membentuk Tim Kelompok Kerja (Pokja). Koordinasi dan kerja sama yang baik ini tentunya perlu dituangkan ke dalam mekanisme yang jelas dan transparan,” papar Sattar.
Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menjelaskan, peningkatan keamanan sangat berpengaruh terhadap iklim investasi.
“Keamanan itu sebagai syarat utama untuk iklim investasi yang kondusif. Tupoksi kami sebagai Polri untuk memberikan keamanan, kami juga akan membantu PT KBN untuk mengimplementasikannya demi kelancaran investasi perusahaan dan nantinya akan mendorong perekonomian Indonesia,” kata Martuani.
Sumber: Beritasatu.com






